Category Archives: opini

Jodoh 330 Kilometer

Jodoh merupakan perkara (rizki) yang telah ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala kepada masing-masing manusia sejak berada dalam kandungan. Meskipun telah ditetapkan oleh Allah, manusia tetap (harus) berikhtiar untuk mendapatkan pasangan hidupnya, tidak sekedar berdiam diri atau berteori. Maka tidak perlu heran jika ada diantara sahabat, teman sekelas atau teman ngaji-mu rajin berbincang seputar jodoh, setiap waktu dan tempat berasal dari Kota A, namun jodohnya di Kota B. Ada juga yang jodohnya 0 (nol) kilometer, cerewet bicara akhwat atau sebaliknya akhwat membincangkan ikhwan di tempat jauh ternyata jodohnya tetangga rumahnya, seperti yang terjadi pada salah satu sahabat saya :-). Read the rest of this entry

Geliat Dakwah Syiah di Gorontalo

Polemik tentang syiah di Gorontalo kembali mencuat setelah beredar secara viral di media sosial gambar (foto) sekretariat Ahlul Bait Indonesia (ABI) daerah Kota Gorontalo, salah satu organisasi syiah di Indonesia selain Ikatan Jama’ah Ahlulul Bait Indonesia (IJABI) yang getol mendakwahkan agama yang dicetuskan oleh tokoh Yahudi yang bernama Abdullah Ibn Saba ini. Kami sendiri menerima gambar tersebut tanggal 16 Oktober 2015. Dalam gambar tersebut, meskipun berukuran kecil, sangat jelas pada papan nama yang terpampang di dinding bangunan berwarna-warni yang terletak di jalan kenangan Kota Gorontalo ini bertuliskan “Sekretariat Dewan Pengurus Daerah Ahlul Bait Indonesia Kota Gorontalo”.

Sebenarnya, ABI jauh sebelumnya telah hadir di Bumi Serambi Madinah. Berdasarkan berita yang dilansir di situs resmi ABI Indonesia, ormas syi’ah ini hadir di Gorontalo sejak 1 september 2014.

Sekian lama dirindukan, DPW ABI akhirnya resmi dibentuk di Provinsi Gorontalo. Pelantikan pengurus berlangsung di sebuah hotel di pusat Kota Gorontalo, senin 1 September 2014 malam”. Demikian laporan yang ditulis Indar/Yudhi dalam situs resmi ABI pusat. Read the rest of this entry

Hijab, Ciri Islam Garis Keras?

hijabKaum liberalis dan sekularis tak henti-hetinya menyerang Islam dengan berbagai bentuknya. Propaganda sesat dan isu terorisme senantiasa mereka sematkan pada ajaran yang mulia ini. Orang yang mengamalkan ajaran Islam dengan benar, misalnya berjenggot bagi pria atau bercadar bagi wanita dituduh sebagai teroris, terkadang mereka menyebutnya sebagai Islam garis keras. Isu-isu seperti ini senantiasa kita dapatkan dalam pemberitaan dimedia-media mereka (sekuler).

Tadi pagi (16/09/2013) saya membaca berita tentang meninggalnya Habib Mundzir (semoga Allah mengampuni dosa-dosanya) disalah satu media online. Ada hal yang menarik ketika saya membaca berita tersebut, dimana sang penulis mengatakan: Read the rest of this entry

Mesir, Kami Bersamamu

mesir_kami_bersamamuSaya bukan anggota Ikhwanul Muslimin.

Saya adalah seorang hamba yang berusaha meniti jalan kaum salaf, yang berusaha komitmen mendakwahkan manhaj Ahlussunnah. Saya sendiri punya banyak catatan dan kritikan terhadap manhaj dan pemikiran organisasi ini serta para tokohnya. Terutama terhadap komitmen mereka untuk menepati manhaj al-Salaf al-Shaleh dalam seluruh aspek. Saya bahkan secara khusus pernah mengkajikan sebuah buku berjudul Nazharat fi Manhaj al-Ikhwan al-Muslimin, yang mengkritik gerakan ini.

Tapi –seperti yang dikatakan oleh Syekh DR. Sa’ad al-Buraik hafizhahullah dalam akun Twitter-: Anda tidak perlu menjadi seorang Ikhwani untuk menolak kudeta militer brutal al-Sisi (semoga dia mendapatkan balasan yang sepantas dengan kekejiannya!) di sana. Ketidaksetujuanmu dengan Ikhwanul Muslimin bukan berarti engkau boleh berbaris dalam barisan kaum sekuler-liberalis pembantai mereka.

Sayangnya… Banyak orang yang tanpa sadar –karena kebencian mereka kepada Ikhwanul Muslimin- malah mendukung kaum sekuler yang membantai mereka di Mesir.

Sayangnya lagi, orang-orang ini mengungkapkan kebencian itu di berbagai media sosial di internet. Akibatnya, kebencian itu menyebar dan terus menyebar, hingga mereka lupa bahkan untuk sekedar mendoakan kaum muslimin yang menjadi korban di sana.

Yah, mereka yang gugur di Mesir kan masih muslim?

Read the rest of this entry

Mekanisme Demokrasi Melucuti Substansi Syari’at

s69albayan.co.uk/id.Bagi yang dapat menelaah sejumlah laporan dan hasil riset yang diterbitkan oleh berbagai lembaga riset dan observasi di dunia Barat tentang masyarakat dan negara-negara Islam, pasti merasakan seolah-olah masyarakat muslim sedang berada di depan lensa mikroskop. Semua gerak-gerik, hembusan nafas, bahkan detak jantungnya selalu dimonitor. Tidak berlebihan jika penulis mengatakan bahwa para peneliti dan ahli strategi Barat jauh lebih tahu tentang kita daripada diri kita sendiri. Atas dasar itu, Barat kemudian merancang peran dan masa depan kita sesuai kepentingannya.

Atas dasar ini kita simpulkan, bahwa mustahil kiranya Barat membiarkan sebuah sistem politik Islam berdiri, kecuali melalui mekanisme dan prasarana yang sejalan denganNew Word Order. Bahkan tidak mungkin dibiarkan berdiri sebuah sistem nasional yang bersih, kuat, dan independen.

Generasi muslim sangat merindukan kebebasan dengan kembali kepada agama Islam meski dengan bertahap. Mereka begitu berharap agar hukum dan syari’at Islam bisa diterapkan dan memiliki superioritas atas semua hukum yang ada. Harapan ini kian besar dengan adanya lingkungan baru yang cukup kondusif untuk mewujudkan tujuan tersebut. Yakni melalui pemilihan umum yang bebas, serta memilih calon yang siap menjunjung misi ini, juga sarana lain yang tersedia dalam sistem demokrasi.

Tetapi ternyata Barat yang senantiasa mengawasi dunia Islam dari dekat cukup menyadari fakta ini, lalu berusaha keras untuk menggagalkan visi mulia tersebut dengan seribu satu cara, termasuk di antaranya demokrasi itu sendiri. Demokrasi yang dianggap sebagian orang bisa menjadi sarana penegakan syari’at, justru disulap menjadi sarana melucuti syari’at dari substansi dan identitas utamanya. Terkadang, demokrasi juga dijadikan alat memerangi syari’at atau menghambat lajunya, sesuai momen dan kondisi di lapangan. Read the rest of this entry

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.