Kira-kira Berapa Uang Panaiknya

​Beberapa waktu yang lalu, salah seorang saudagar bugis di Gorontalo menikahkan anaknya. Material undangan, masyaa Allah sangat mewah. Sempat bertanya sama teman yang punya usaha percetakan, “Undangan kayak ini, berapaan harganya?”. “30 ribuan,” jawab temanku.

Waktu berlalu dapat kabar ternyata pernikahan mewah itu mengundang seorang artis papan atas dengan bayaran Rp. 250.000.000 (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) setiap lagu yang dibawakan. Saat itu sang artis menembangkan 4 lagu. Jadi, untuk biaya artis saja 1 Milyar. 

Kira-kira berapa uang panaiknya?

Sudahlah itu bukan urusan saya.

itu saja….​

Jodoh 330 Kilometer

Jodoh merupakan perkara (rizki) yang telah ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala kepada masing-masing manusia sejak berada dalam kandungan. Meskipun telah ditetapkan oleh Allah, manusia tetap (harus) berikhtiar untuk mendapatkan pasangan hidupnya, tidak sekedar berdiam diri atau berteori. Maka tidak perlu heran jika ada diantara sahabat, teman sekelas atau teman ngaji-mu rajin berbincang seputar jodoh, setiap waktu dan tempat berasal dari Kota A, namun jodohnya di Kota B. Ada juga yang jodohnya 0 (nol) kilometer, cerewet bicara akhwat atau sebaliknya akhwat membincangkan ikhwan di tempat jauh ternyata jodohnya tetangga rumahnya, seperti yang terjadi pada salah satu sahabat saya :-). Read the rest of this entry

Risalah Langit: Belajar Dari Respon Terhadap Dakwah Nabi Nuh

Telah menjadi sunnatullah, setiap ajakan kepada kebaikan akan selalu ada penentangan. Begitu yang dialami para Nabi dan Rasul utusan Allah, penentangan dari kaumnya. Allah mengisahkan dalam Surat Al A’raf ayat 59-62, tentang dakwah Nabi Nuh ‘alaihisslam kepada kaumnya.

Ketika Nabi Nuh ‘alaihisslam menyampaikan risalah langit kepada kaumnya,

7:59 لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ 

Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat).

Tanggapan kaumnya, dari kalangan pembesar/pemimpin dengan respon negatif, Read the rest of this entry

Generasi Lima Lima Satu

 يٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصٰرَىٰٓ أَوْلِيَآءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُۥ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظّٰلِمِينَ

Ayat di atas terdapat dalam al Qur’an surah ke-5 (Al Maidah) ayat ke-51. Oleh Departemen Agama RI (sekarang Kementerian Agama), ayat tersebut diterjemahkan sebagai, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin yang bagi sebagian mereka yang lan. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” . Read the rest of this entry

Rizki Habis Disimpang Jalan

Setiap jiwa pasti akan menemui kematian. Sebagai tamu terakhir, kematian akan datang pada waktu yang telah ditentukan oleh Allah subahanu wa ta’ala, tak seorang pun yang mengetahui kapan ia akan mati, dimana tempatnya dan dalam keadaan seperti apa. Oleh karena itu, kita seantiasa bersiap diri dengan amalan-amalan (yang berkualitas) yang telah diwajibkan kepada kita. Mengingat kematian (dzikrul maut) merupakan salah satu sarana yang dapat memacu kita untuk beramal kepada Allah subahanu wa ta’ala. Berikut kami tuliskan kisah (dziktrul maut) yang terjadi di Kota Unaizah (salah satu Kota di Saudi Arabia) yang disampaikan oleh Syaikh Shalih al Utsaimin rahimahullahu ta’ala dalam Syarah arba’iin an-nawawiyyah. Berikut kisahnya,

Suatu ketika seorang pengendara sepeda motor melewati pertigaan, ia melihat ada mobil yang akan melintas, lalu seketika ia memberhentikan motornya, menunggu lewatnya mobil, dan pengendara mobilpun berhenti pula menanti pengendara motor melintas (sama-sama ragu), kemudian kedua-duanya melintas dalam waktu yang bersamaan, dan berakhir dengan tabrakan yang menyebabkan penumpang mobil meninggal dunia.

Mari kita amati dengan seksama kisah ini; ternyata berhentinya dua kendaraaan ini dalam waktu sejenak, adalah dalam rangka menggenapkan ajalnya, subhaanallahu.

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُون

Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan__QS. Al Munaafiquun: 11

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنَّهٌ لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَكْمِلُ رِزْقَهَا

Sesungguhnya tidak akan meninggal duania satu jiwapun melainkan setelah disempurnakan rizkinya (ajalnya)__HR. Ibnu Majah

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mematikan kita dalam keadaan husnul khaatimah

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.