Hijab, Ciri Islam Garis Keras?

hijabKaum liberalis dan sekularis tak henti-hetinya menyerang Islam dengan berbagai bentuknya. Propaganda sesat dan isu terorisme senantiasa mereka sematkan pada ajaran yang mulia ini. Orang yang mengamalkan ajaran Islam dengan benar, misalnya berjenggot bagi pria atau bercadar bagi wanita dituduh sebagai teroris, terkadang mereka menyebutnya sebagai Islam garis keras. Isu-isu seperti ini senantiasa kita dapatkan dalam pemberitaan dimedia-media mereka (sekuler).

Tadi pagi (16/09/2013) saya membaca berita tentang meninggalnya Habib Mundzir (semoga Allah mengampuni dosa-dosanya) disalah satu media online. Ada hal yang menarik ketika saya membaca berita tersebut, dimana sang penulis mengatakan:

Many members of the public often mistake them for members of the hard-line Islam Defenders Front (FPI) bent on violence. But these sermon groups are far from the radicals that their attributes would have people believe.

There is, for example, no segregation between men and women during sermons, as can be seen in the absence of any partition separating the sexes during sermons. And it is common to see a married couple holding hands while listening to the sermon.

Penulis mengatakan pengunaan hijab (pemisah) antara pria dan wanita saat pengajian merupakan indikator islam radikal atau islam garis keras. Penulis disini mengatakan secara umum, padahal tidak semua ormas yang menggunakan hijab saat pengajian adalah Islam garis keras, malah mereka lebih ‘lembut” seandainya sang penulis tau, karena mungkin saja sang penulis masih kurang ilmunya tentang masalah ini (masih perlu banyak mengkaji lagi) apalagi sebagai seorang awak media, semoga Allah memberinya hidayah…

Memang, sejak awal munculnya, Islam senantiasa dilawan dan diperangi oleh mereka yang merasa harkat, martabat, budaya, agama mereka akan dirusak dengan hadirnya ajaran Islam yang berbasis tauhid. Sebut saja Nabi Musa ‘alaihissalam yang mendapat tantangan dari Fir’aun karena Nabi Musa tidak mengakuinya sebagai Tuhan. Begitu juga dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, perlawanan, hinaan, dan cacian senatiasa dilontarkan oleh orang-orang kafir Quraisy saat itu yang menganggap Rasulullah membawa agama baru yang akan menggantikan agama nenek moyang mereka. Begitu juga dengan sahabat-sababat-Nya yang selalu menemani Rasulullah dalam dakwah senantiasa mendapat siksaan dan celaan dari orang-orang kafir. Akan tetapi, semua hal ini tidak menyudutkan langkah Rasulullah untuk mengantarkan agama tauhid ini (baca:Islam) menuju puncak kejayaan dan kemuliaan.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Tetap semangat menjalankan syari’at yang bersumber dari al Qur’an dan sunnah dengan pemahaman salaful ummah.

AIC UGM, 16/09/2013 | 14.00 WIB

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on September 16, 2013, in Catatanku, opini, pemikiran. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: