Category Archives: tarbiyah

BINGKISAN, ADZAN DAN UMMUL QUR’AN

Setelah memberikan permen kepada Urwah (anak dari seorang teman) lepas maghrib Sabtu 02-04-2016, tiba-tiba saya teringat dan rindu pada sosok sang guru. Guru yang mengajarkan kami bagaimana memberi hadiah atau sedekah. Beliau “menggurui” orang lain untuk memberi hadiah dengan cara yang paling baik, dengan mempraktekkanya bukan sekedar teori.

Saya menyaksikan langsung, setiap datang untuk menyampaikan taujihat, beliau selalu membawa kantung plastik yang berisi berbagai bingkisan (hadiah) yang akan diberikan kepada peserta daurah. Jika dalam sehari beliau punya jadwal 3 (tiga) kali untuk memberikan materi daurah, maka kantung plastik berisi hadiah selalu membersamainya di tiga waktu tersebut. Read the rest of this entry

Advertisements

Belajar Optimis Dari Nabi Zakaria

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباً وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيّاً (4) وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِن وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِراً فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيّاً (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيّاً (6) يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيّاً (7)

Ia (Zakaria) berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo`a kepada Engkau, ya Tuhanku.
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. Wahai Zakaria. yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”. sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (QS. Maryam: 4-7)

Subhanallah…!
Walaupun sudah terakumulasi berbagai faktor penyebab yang membuat orang putus asa namun tidak bagi Nabi Zakaria.
Perhitungan manusiawi, kesempatan untuk mendapatkan keturuan yang menjadi pewarisnya dan pewaris sebagian keluarga Ya’qub sangat tipis, melihat kondisinya yang tidak memungkinkan lagi untuk mendapatkan keturunan.

1. Tulang sudah melemah dan kropos
2. kepala sudah beruban
3. Istri orang yang mandul

Namun Beliau tidak pernah berhenti untuk berharap dan berdoa kepada Allah agar dianugrahi anak.
وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيّاً
“Aku belumpernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau”

Buah dari doanya yang tidak pernah putus dan harapannya yang begitu tinggai, Allah mendatangkan kegembiraan bagi Nabi Zakaria.

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيّاً
Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (Q.S. Maryam:7)

Optimislah wahai saudaraku, Allah adalah Rab tempat kita meminta dan memohon, Dialah Dzat yang maha mengabulkan segala permohonan kita. Jika Allah belum mengabulkan doa kita, yakinilah bahwa Dia memilih yang terbaik untuk kita, barangkali dengan menghindarkan keberukan yang akan menimpa kita, atau Allah simpan untuk diserahkan dikampung akhirat kelak.

Ditulis oleh Ustad Ishak Bakari, Lc

Sahabatku Bilal, Selalu Menginspirasi

Namanya Bilal. Iya, Bilal begitu ia selalu disapa oleh sahabat-sahabatnya di sakan (asrama) atau di tempat kuliahnya, Ma’had al Husain Bin Ali. Setiap bertemu dengannya ada saja kata-kata yang menginspirasi yang keluar dari lisannya yang tulus.

Sejak mendapat hadiah yang sangat berharga dari Allah (baca:hidayah), banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan kesehariannya. Alhamdulillah, ini juga tidak terlepas dari bimbingan guru-gurunya di Ma’had al Husain Bin Ali, Gorontalo. Semangatnya menuntut ilmu, terutama Bahasa Arab dan membaca al Qur’an sangat luar biasa. Meskipun beliau ‘buta’ dengan huruf hijaiyah, belajar dari nol. Beliau juga aktif mengikuti tarbiyah setiap pekan. Read the rest of this entry

Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Tarbiyah

Seperti biasa, setiap ahad menjadi rutinitas kami mengisi tarbiyah disalah satu Masjid di Kota Gorontalo. Khusus Ahad, 8 Rabiul Awwal 1437 H bertepatan dengan 20 Desember 2015 M, kami tidak bisa datang ke Masjid tempat biasa kami menggelar Tarbiyah. Sebagai solusi, kami menawarkan kepada mereka (baca; mutarabbi) untuk menggelar tarbiyah di Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMG). Alhamdulillah mereka sanggup untuk datang tarbiyah di UMG, yang berjarak sekitar 11 KM (versi google map) dari tempat tarbiyah semula.

Pukul 14 lewat, mereka mulai berdatangan. Akh Nizar, mutarabbi kami yang baru saja tiba bersama 3 saudaranya yang lain menyampaikan bahwa, akh Vitran dan akh Ikhsan ditilang di depan POLDA Gorontalo karena salah satu diantara mereka tidak memakai helm dan mereka sudah kembali ke asrama mahasiswa UNG (tempat tinggal mereka) di Kota Gorontalo. Sejenak, akh Nizar menyambungkan ‘nomornya-nya’ dengan akh Ikhsan, alhamdulillah nyambung. Segera Akh Nizar menyampaikan agar kembali ke UMG, jangan lupa pake helm, katanya :). Read the rest of this entry

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.