Belajar Optimis Dari Nabi Zakaria

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْباً وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيّاً (4) وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِن وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِراً فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيّاً (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيّاً (6) يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيّاً (7)

Ia (Zakaria) berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo`a kepada Engkau, ya Tuhanku.
Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. Wahai Zakaria. yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”. sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (QS. Maryam: 4-7)

Subhanallah…!
Walaupun sudah terakumulasi berbagai faktor penyebab yang membuat orang putus asa namun tidak bagi Nabi Zakaria.
Perhitungan manusiawi, kesempatan untuk mendapatkan keturuan yang menjadi pewarisnya dan pewaris sebagian keluarga Ya’qub sangat tipis, melihat kondisinya yang tidak memungkinkan lagi untuk mendapatkan keturunan.

1. Tulang sudah melemah dan kropos
2. kepala sudah beruban
3. Istri orang yang mandul

Namun Beliau tidak pernah berhenti untuk berharap dan berdoa kepada Allah agar dianugrahi anak.
وَلَمْ أَكُن بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيّاً
“Aku belumpernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau”

Buah dari doanya yang tidak pernah putus dan harapannya yang begitu tinggai, Allah mendatangkan kegembiraan bagi Nabi Zakaria.

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَل لَّهُ مِن قَبْلُ سَمِيّاً
Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia. (Q.S. Maryam:7)

Optimislah wahai saudaraku, Allah adalah Rab tempat kita meminta dan memohon, Dialah Dzat yang maha mengabulkan segala permohonan kita. Jika Allah belum mengabulkan doa kita, yakinilah bahwa Dia memilih yang terbaik untuk kita, barangkali dengan menghindarkan keberukan yang akan menimpa kita, atau Allah simpan untuk diserahkan dikampung akhirat kelak.

Ditulis oleh Ustad Ishak Bakari, Lc

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on April 1, 2016, in Catatanku, tarbiyah and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: