Sahabatku Bilal, Selalu Menginspirasi

Namanya Bilal. Iya, Bilal begitu ia selalu disapa oleh sahabat-sahabatnya di sakan (asrama) atau di tempat kuliahnya, Ma’had al Husain Bin Ali. Setiap bertemu dengannya ada saja kata-kata yang menginspirasi yang keluar dari lisannya yang tulus.

Sejak mendapat hadiah yang sangat berharga dari Allah (baca:hidayah), banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan kesehariannya. Alhamdulillah, ini juga tidak terlepas dari bimbingan guru-gurunya di Ma’had al Husain Bin Ali, Gorontalo. Semangatnya menuntut ilmu, terutama Bahasa Arab dan membaca al Qur’an sangat luar biasa. Meskipun beliau ‘buta’ dengan huruf hijaiyah, belajar dari nol. Beliau juga aktif mengikuti tarbiyah setiap pekan.

Sepekan yang lalu, sebelum liburan, usai Shalat Isya di Masjid Daarun Najah, salah satu masjid di Kabubaten Gorontalo, Bilal menghampiriku. Kami terlibat diskusi ringan. Sampai beliau bercerita dengan dialeg gorontalo, Dulu ustad waktu ana masih baku tamang deng dorang yang tida-tida, kalo mo minta doi sama orang tua susah skali dorang mo kase. Alhamdulillah skarang (setelah dapat hidayah) biar bulum mo minta dorang somo kase.  Maksudnya, pada kehidupannya yang dulu, berteman dengan mereka yang sukanya nongkrong, melewatkan dan cuek dengan ibadah, menghabiskan waktu dengan happy-happy tanpa arti. Jika meminta uang, orang tuanya urung mengambulkan permintaannya. Alhamdulillah sekarang setelah mulai merubah diri menjadi lebih baik, meskipun belum meminta uang, orang tuanya sudah menawarkan uang kepadanya. Subhaanallahu…

Dalam kesempatan itu, Bilal juga mengungkapkan, Beliau selalu menda’wahi orang tuanya, Alhamdulillah ustad, skarang ana pe papa so tida jaga ba minum (Sekarang Bapak saya sudah berhenti minum khamr), ujarnya. Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan kebaikan yang lebih Yaa Akhi Bilal.

________________

Sepekan berlalu, tepatnya semalam 17 Rabiul Awwal 1437 H (28 Desember 2015) diwaktu dan tempat yang sama. Bilal kembali menghampiriku, saat itu di masjid tinggal kami berdua. Kembali kami berdikusi. Lagi-lagi Bilal mengsinspirasiku. Beliau mengungkapkan keresahannya, banyak orang yang pintar baca Qur’an tetapi malas baca Qur’an dan akhlaknya rusak, na’udzubillahi min dzalik. Ustad, kalo bo ciri pa ana itu, harap Bilal. Maksudnya, Kepandaian baca Qur’an yang ada pada orang lain itu, ada juga pada dirinya, maka Beliau akan memanfaatkannya dengan baik.

Semoga Allah senantiasa menjaga dan membimbing kita dalam kebaikan

Kampus UMG, 17 Rabiul Awwal 1437 H/29 Desember 2015 M

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on December 29, 2015, in Catatanku, tarbiyah and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: