Biografi Putra Rasulullah, Abdullah Ibn Muhammad

Abdullah adalah putra Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dari istri beliau Khadijah Radiyallahu ‘anha. Abdullah lahir setelah MuhammadShalallahu ‘Alaihi wa Sallam diangkat menjadi Rasul. Hampir seluruh literatur sejarah sepakat mengenai hal ini. Karena itu Abdullah dijuluki ath-thayyib (yang baik) dan ath-thahir (yang suci), karena dilahirkan dalam Islam. Ada riwayat menyebutkan namanya Thahir, bukan Thayyib. Pendapat ini dibenarkan sebagian ulama. Ia meninggal sebelum usianya mencapai 2 (dua) tahun. Kematian Abdullah membuat salah seorang musyrik Makkah mengejek Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menyebut Beliau Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai lelaki yang terputus (keturunannya, ed). Ejekan itu menyebar luas dikalangan kaum Quraisy hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surah al-Kautsar sebagai bantahan bagi mereka, yaitu pada ayat ke-3:

alkautsar

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus”.

Ibnu Katsir berkata ayat ini turun berkenaan dengan al-‘Ash bin Wa-il. Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Yazid bin Rauman, dia berkata: “Al-‘Ash bin Wa-il jika disebut (perihal) Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, ia berkata: ‘Biarkanlah orang itu (Rasulullah), karena ia seorang yang tidak memiliki penerus (keturunan). Jika dia binasa, maka terputuslah penyebutannya’. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan surat ini”.

Dan dari ‘Atha’, ayat ini turun berkenaan dengan Abu Lahab. Hal itu terjadi saat putera Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam wafat. Kemudian Abu Lahab pergi kepada orang-orang musyrik seraya berkata: “Tadi malam Muhammad telah terputus”. Lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat ini berkenaan dengan hal tersebut3.

Berdasarkan urutan turunnya, al-Kautsar adalah surah ke-15. Rujukan terhadap kisah turunnya surah al-Kautsar ini dapat ditemukan dengan mudah dalam literatur-literatur klasik. Ibnu Sa’d misalnya, dengan tegas menyebut bahwa surat ini turun setelah kematian Abdullah. Abul Hasan Ali an-Nisaburi juga menceritakan seorang lelaki Quraisy yang berkata: “Jangan pedulikan Muhammad. Ia seorang lelaki yang terputus dan tidak memiliki penerus. Setelah meninggal, ia akan dilupakan orang dan kalian akan bisa beristirahat dengan tenang”. Dan setiap kali bertemu Rasulullah , lelaki ini selalu bilang, “Aku sungguh membencimu. Engkau lelaki yang terputus”.

Yang jelas Rasulullah dan Khadijah Radiyallahu ‘Anha sempat bergembira ketika dikaruniai masing-masing dari kedua anak laki-laki ini (Abdullah salah satunya, ed). Pada masa itu, orang tua pada umumnya menganggap anak laki-laki sebagai tempat meletakkan harapan dan cita-cita. Karena itu, kematian anak itu adalah pukulan yang teramat berat bagi Rasulullah dan Khadijah Radiyallahu ‘Anha. Tetapi keduanya bersabar dan berserah diri kepada Allah. Mereka sadar bahwa ada hikmah tersembunyi di balik takdir Allah ini.

Rujukan:

1 . Al-Fushuul fii Siirah Ar-Rasul (Terjemahan: Sejarah Nabi Muhammad), Hal.184; Penerbit At-Tibyan

2Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsiir (Terjemahan: Tafsir Ibnu Katsir), Jil. 10, Hal. 457-458; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

3Khadijah Ummul Mu’minin Nazharat Fi Isyraqi Fajril Islam (Terjemahan: Khadijah True Love Story Of Muhammad), Hal. 324; Penerbit Pena

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on September 15, 2015, in profil and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: