Berdakwah Dengan Sabar dan Tabah

Sejumlah ancaman (intimidasi), siksaan, dan tantangan seringkali menghantui kiprah seorang dai yang menunaikan amar ma’ruf nahi munkar. Seyogyanya tantangan-tantangan itu tidak boleh membuatnya gundah dan gelisah, apalagi sampai berputus asa dari jalan dakwah. Ingatlah nasihat Luqman al Hakim kepada putranya:

Hai anakku, Dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)

Sesungguhnya jalan dakwah bukanlah kasur empuk yang lempang dan penuh semerbak wangi bunga mawar dan wewangian lainnya. Sebaliknya, justru ia merupakan jalan yang penuh onak duri, bebatuan dan selaksa kesulitan, yang bila dilalui dengan rasa emosi, gegabah dan tidak tabah, maka perjalanan akan terasa panjang, berbelit-belit, berat dan akhirnya merasa frustasi untuk melanjutkan perjalanan.

Begitu pula jalan dakwah, bila tidak ditempuh dengan jiwa tabah dan sabar, maka akan menyebabkan kita terdepak dari kancah perjuangan.

Hal ini mengisyaratkan bahwa bila dakwah kita tidak sukses untuk kesempatan pertama kalinya, maka kita harus siap dan sanggup mengulanginya untuk yang kedua kali dan seterusnya hingga berhasil. Sekali-kali kita jangan berputus asa lantaran gagal menyeru orang pada kesempatan pertama ataupun kedua. Dan percayalah bahwa kegagalan kita untuk kesempatan yang pertama kali adalah kesuksesan dan kemenangan yang tertunda. Bahkan Nabi Nuh ‘alaihissalam telah sudi tinggal bersama ummatnya dengan segala suka-dukanya selama ratusan tahun. Sebagaimana firman-Nya:

“….Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun…”

 

Lalu mengapa kita harus berputus asa? Dimana akal pikiran kita? Dimana letak ketabahan kita? Dimana konsitensi dan ketekunan kita?

Percayalah bahwa hati manusia itu memang berbeda-beda. Ada yang mudah menerima dan ada yang apriori, ada yang benderang dan ada pula yang gulita. Karenanya, apa pun respon yang kita temui di jalan dakwah, maka hendaklah kita hadapi sebijaksana dan selemah lembut mungkin. Yakinlah dan camkanlah sabda Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut,

وَلَأنْ يَهْدِىَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِن حُمُرِ النِّعَمِ

 

Sumber: Agar Perahu Tak Tenggelam oleh Syaikh Salman al Audah

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on September 10, 2015, in akhlak and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: