Kalian Semua Celaka! Dia adalah adikku

Ada seorang pemuda yang mempunyai kebiasaan memperdaya kaum wanita, terurama para gadis. Mereka menggoda dengan rayuan yang berbisa dan janji-janji dusta. Jika ia berhasil mengelabui seorang gadis, maka dia segera beralih pada gadis lain. Itulah kebiasaan buruknya yang tidak dapat dicegah oleh agama dan rasa malu. Ia ibarat binatang buas yang siap menerkam mangsanya ditengah padang pasir.

Dalam pengembaraannya, ia berhasil memangsa seorang gadis dengan menyerahkan nomor telepon rumahnya. Kemudian, si gadis ini memulai menghubunginya melalui telepon. Sementara sang pemuda bejat merasa mendapatkan kesempatan untuk mulai menggoda dan merayunya dengan sedemikian rupa. Dia katakan bahwa ia mencintai dan sanyang kepadanya. Dengan rayuan itu ia dapat membuat hati gadis tersebut rindu kepadanya. Setelah itu, si pemuda ingin merenggut kegadisannya,sebagaimana dia lakukan selama ini. Namun, berulangkali gadis itu menolaknya dalam pembicaraan per telepon. Bahkan, gadis itu berkata,“cinta kita adalah cinta murni yang tidak dapat diwujudkan, kecuali melalui pernikahan yang sah.” Pemuda itu pun tidak berputus asa, ia terus merayunya, namun demikian gadis itupun selalu menolak ajakannya. Setelah ia merasa gagal mengelabui gadis itu, ia ingin memberikan pelajaran kepadanya dengan cara melampiaskan dendamnya. Kemudian, ia menelpon gadis itu dan merayunya lagi dan mengatakan kerinduannya yang membara, tidak bisa berpisah dengannya. Diibaratkan seperti seseorang yang pasti mati jika tidak ada udara.

Gadis itu telah berhasil diperdaya, ia mempercayai omongannya dan mengatakan bahwa dirinya dalam kerinduan. Dengan demikian lelaki itu pun memperlama pembicaraannya lewat telepon sehingga keduanya hanyut dalam cinta dan kerinduan. Pemuda itu berkata bahwa ia akan segera melamarnya, tapi ada beberapa permasalahan menyangkut pernikahan mereka yang harus diselesaikan antara mereka berdua yang tentunya tidak akan tuntas jika melalui telpon saja, mau tidak mau harus bertemu.

Semula gadis itu menolaknya, namun kemudian pemuda itu berhasil menundukkan dan menaklukannya hingga keduanya berjanji akan bertemu ditempat dan waktu yang telah disepakati berdua, yakni disebuah pantai pada pagi hari.

Pemuda bejat itu bergembira ria dan segera menuju teman-temannya, diaberkata, “Besok ada seorang gadis yang siap datang ke pantai itu, dia akan mencariku, aku ingin kalian sudah berada di sana terlebih dahulu. Jika dia telah tiba, silahkan kalian terdahulu yang menyantapnya.”

Keesokan harinya, mereka telah berada di sebuah pantai, sesuai yang dijanjikan, mereka duduk-duduk menanti kedatangan gadis yang sedang diincar, nafsu mereka seperti anjing yang kelaparan. Kini perempuan yang jadi mangsa tiba dipantai dan langsung mencari pemburunya, ia memanggil-manggil seseorang yang sedang dicari-carinya. Secara serentak kawanan penjahat itu menyergapnya seperti binatang buas mendapatkan mangsanya. Secara bergiliran mereka melampiaskan nafsu bejatnya, lalu membiarkan gadis malang itu terkulai. Kemudian, mereka menuju mobil yang diparkir tidak jauh dari tempat kejadian. Tiba-tiba datang pemuda bejat tukang tipu itu menemui kawan-kawannya. Begitu dia melihat mereka, mereka tersenyum puas sambil berkata, “kami telah menyelesaikan tugas sebagaimana yang kamu kehendaki.”

Pemuda itupun senang dan merasa puas, lalu meminta mereka agar menemaninya menuju tempat kejadian untuk melihat mangsanya dan menghilangkan rasa hausnya terhadap gadis yang berkali-kali menolak dan membantahnya. Begitu ia melihat tubuh yang terkulai diatas pasir itu, ia langsung menjerit kaget dan memanggil kawan-kawannya, “Celaka kalian, apa yang telah kalian lakukan, celaka kalian semua… sebab… dia… dia adalah adik kandungku… adik kandungku. Kalian semua celaka!! Dia adalah adikku… adikku… duhai… celakanya aku!!”

Mengapa yang terjadi bisa demikian? Allah Ta’ala berkenan memberi pelajaran kepada pemuda fasik ini melalui saudaranya yang terdekat dengan cara yang sebagaimana dirancang sebelumnya. Gadis yang berjanji akan bertemu di pantai tersebut berhalangan hadir. Sementara adik kandung pemuda bejat itu datang ke pantai untuk menemui kakaknya karena suatu urusan yang harus diselesaikan, ia tahu kalau tempat mangkal kakaknya adalah di pantai tersebut. Oleh karena itu, pada pagi hari ia mencari kakaknya, kebetulan bertepatan dengan waktu yang dijanjikan kepada perempuan yang akan menjadi mangsa kakaknya.

Demikian, pemuda bejat itu terperosok kedalam lubang yang ia gali untukmencelakakan gadis yang dirayunya dan terbukti berhasil menjerat mangsanya. Ingatlah orang yang berbuat dosa mesti mengetam perbuatannya, walaupun dalam waktu yang cukup lama. Balasan seseorang itu sesuai dengan jenis amalnya. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَأَمِنُوامَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَاللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ﴿٩٩﴾

(99)Makaapakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)?Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yangmerugi.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Menipu, memperdaya orang lain, dan berkhianat adalah di dalam neraka” (Diriwayatkan Abu Daud)

Judul Asli Kisah adalah Terjebak yang dikutip dari Buku Kisah Nyata, Bila Amal Dibayar Kontan

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on February 12, 2014, in akhlak, kisah nyata and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: