Kisah Yang Paling Indah dan Paling Benar

Diantara metode ilahiyah dalam memberikan pengajan kepada manusia adalah dengan menampilkan kisah-kisah dalam al Qur’an. Dalam kitab-Nya, Allah subhanahu wa ta’ala mengisahkan kepada kita sejumlah kisah yang indah, yang didalamnya terdapat berita tentang para Nabi-Nya. Allah ta’ala menyebutkan kisah-kisah tersebut sebagai al-qashahul haq (kisah-kisah yang benar) dan ahsanal qashash (kisah-kisah terbaik).

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

1


“Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar…”(QS Ali ‘Imran: 62)

 

Dan dalam ayat yang lain, Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan:

"Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al Qur'an ini kepadamu..." (QS Yusuf: 3)

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al Qur’an ini kepadamu…” (QS Yusuf: 3)

Kisah siapa lagi yang paling benar, paling baik, dan paling bermanfaat? Allah subhanahu wa ta’ala sendiri yang mengklaim bahwa kisah-kisah tersebut adalah kisah yang paling benar dan paling baik.

Adapun diantara manfaat kisah-kisah tersebut bagi kita berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu; dan dalam surat Ini Telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.

Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya kami teguhkan hatimu; dan dalam surat Ini Telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman (QS. Huud: 120)

Ayat diatas menyebutkan 3 (tiga) manfaat utama dalam mempelajari kisah-kisah para Nabi:

  1. Sebagai peneguh hati (keimanan)
  2. Mengetahui kebenaran
  3. Sebagai pengajaran dan peringatan

Maka, semakin kita membaca, mempelajari, memahami dan menghayati kisah-kisah para Nabi, maka semakin lengkaplah pengetahuan dihati kita tentang kebenaran, dan semakin luas pula pengenalan terhadap salah satu objek yang harus kita benarkan dan kita imani, yakni beriman kepada para Nabi ‘alaihimus salaam.

Ditulis kembali dari buku: 100 Faedah dari Kisah Nabi Yusuf oleh Syaikh Muhammad Shalih al Munajjid hafidzhahullahu ta’ala

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on January 23, 2014, in al qur'an, sirah and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: