Dunia Ini Terlalu Kecil Untuk Ditangisi!

tears1Kesedihan adalah satu fitrah yang Allah ciptakan kepada hambaNya.

Kadangkala kesedihan mampu membuat kita kembali kepadaNya, dan kadangkala juga kesedihan membawa kita jauh dariNya. Semuanya berlaku kerana izin Allah Ya Rabbul Izzati. Maka kemanakah tempat terbaik untuk kita mencurahkan kesedihan agar ia tidak menjadi perkara yang sia-sia?

Acap kali, manusia itu bersedih kerana perkara duniawi semata-mata. Apabila kita gagal dalam peperikasaan kita akan bersedih. Ketika putus cinta dengan sang kekasih kita akan bersedih. Hatta apabila kita kehilangan sesuatu yang kita sayangi, kita juga pasti akan bersedih. Persoalannya, wajarkah untuk kita bersedih semata-mata perkara dunia yang kelihatan besar di mata kita, sebenarnya terlalu kecil disisi Allah Azzawajalla.

Dalam sebuah Hadith Sahih disebutkan:

“Seandainya nilai dunia ini disisi Allah sama nilainya dengan sayap seekor nyamuk, nescaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walau seteguk air pun.”

Menurut Allah, dunia lebih tidak berharga dari sayap seekor nyamuk. Maka inilah hakikat sebenar nilai dan timbangan dunia ini disisi Allah. Lalu atas alasan apa untuk kita bersedih dan gelisah kerana hal dunia semata-mata?

Sheikhul Islam Ibnu Taimiyyah seorang ulama yang sangat masyur pernah mengatakan bahawa:

Mengingati Allah itu ibarat air kepada ikan, lihat keadaan ikan apabila berjauhan tanpa air.

dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah juga pernah mengatakan bahawa:

Di dalam hati manusia ada kesedihan dan tidak akan hilang kecuali gembira mengenali Allah.

Sakinah atau kebahagian adalah apabila anda merasa aman atas diri sendiri masa depan, keluarga dan kehidupan anda sendiri. Dan semua ini terhimpun dalam keimanan, redha terhadapa qadha’ dan qadhar serta diiringi oleh sifat qana’ah dan sabar.

Oleh itu kita harus kembali kepada hakikat hidup yang sebenar, jadikanlah kesedihan itu sebagai ruang untuk kita meraih pahala daripadaNya dan bukannya kita lemparkan dan luahkan segala kesedihan kita semata-mata kerana dunia, kerana dunia ini terlalu kecil untuk ditangisi.

Source: iluvislam.com

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on May 2, 2013, in Artikel Motivasi, Renungan, Sya'ir and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: