Hanya Ada Satu Jalan Menuju Allah

indexDari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata,

Rasullah membuat sebuah garis lurus bagi kami, lalu bersabda,”Ini adalah jalan Allah.” kemudian beliau membuat garis lain pada sisi kiri dan kanan garis tersebut, lalu bersabda, “Ini adalah jalan jalan (yang banyak). Pada setiap jalan ada syetan yang mengajak kepada jalan itu,” kemudian beliau membaca, Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus. rnaka ikutilah dia; danjanganlah kamu mengikutijalan jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu rnencerai-beraikan kamu dari jalanNya. (QS Al An’am: 153). (HR. Imam Ahmad)

 Redaksi hadits ini menunjukkan, bahwa jalan (kebenaran, pent.) itu hanya satu. Imam Ibnul Qayyim berkata, “Dan ini disebabkan, karena jalan yang mengantarkan (seseorang) kepada Allah hanyalah satu. Yaitu sesuatu yang dengannya Allah mengutus para rasulNya dan menurunkan ktab-kitabNya. Tiada seorangpun yang dapat sampai kepadaNya, kecuali melalui jalan ini. Seandainya manusia datang dengan menempuh semua jalan, lalu mendatangi setiap pintu dan meminta agar dibukakan, niscaya seluruh jalan tertutup dan terkunci buat mereka: terkecuali melalui jalan yang satu ini. Karena jalan inilah, yang berhubungan dengan Allah dan bisa mengantarkan kepadaNya” (At Tafsir Al Qayyim, halaman 14-15)

 Akan tetapi, banyaknya liku-liku di jalan ini yang cukup memberatkan, menyebabkan seseorang menjadi ragu, lalu meninggalkannya. Dan sesungguhnya kelompok-kelompok yang menyimpang, telah menyelisihi jalan ini. (Penyebabnya), karena merasa senang dan tenang pada jalan yang banyak, serta merasa berat untuk menyendiri. Ingin segera tiba (tergesa-gesa) dan takut memikul beban perjalanan yang panjang.

 Ibnul Qayyim berkata, “Barangsiapa menganggap jauh satu jalan ini, maka dia tidak akan mampu menempuhnya.”

Dari pendapat Ibnul Qayyim di atas, maka jelaslah jalan yang dimaksud. Dan jelas, bahwa jalan yang dimaksud disini, ialah “rukun yang kedua” dari rukun tauhid. (yaitu) setelah syahadat (persaksian) bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah, maka (yang kedua) persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

 Dan (kalimat) ini, juga menjadi syarat kedua diterimanya suatu amal ibadah. Karena -sebagaimana sudah diketahui- bahwa amal ibadah tidak akan diterima, kecuali setelah memenuhi dua syarat;

1. Mengikhlaskan agama (ketaatan) karena Allah semata.

2. Dalam beribadah hanya dengan mengikuti (cara yang dicontohkan) oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam

Disadur dari ebook Hanya Satu Jalan Menuju Allah oleh Syaikh Abdul Malik Bin Ahmad Ramdhani

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on April 26, 2013, in Tauhid. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: