Andai Yang “Dipecat” Itu Adalah Anda…..

Putaran hidup ini amatlah melelahkan. Manusia seakan berkejaran dengan semuanya, kenikmatan duniawi. Dan siapa yang lambat akan tertinggal jauh. Kadang kita ikut terseok, tertatih dan terjatuh bahkan harus merangkat agar tidak tertinggal jauh. Memang, hidup ini sangat melelahkan. Namun saudaraku, kita berbeda dengan mereka. Ada sebuah komitmen yang melekat dalam jiwa kita. Tak peduli sejauh mana mereka melangkah untuk dunianya. Bagi kita itu bukanlah hal yang utama. Ada hal yang lebih mulia yang harus kita perjuangkan dari sekedar dunia yang tak bernilai. Namun jauh dari itu semua, ada yang lebih indah di atas segala keindahan yang kita raih, ridho dan jannah-Nya. Apalagi yang lebih menggiur dari kemenangan yang besar ini (baca; surga)?


”…Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (Q.S At Taubah : 100)

Salah satu jalan untuk meraih kemenangan besar tersebut adalah dakwah. Sebagai aktivis (dakwah), tentu kita telah banyak tahu tentang keutamaan jalan hidup para Nabi ini. Namun, terkadang kita lupa dan lalai akan banyaknya keutamaan tersebut karena kita banyak disibukan dengan perkara dunia yang amat melelahkan. Bahkan tidak sedikit juga diantara para aktivis yang ”pensiun dini” dari pekerjaan yang sangat mulia ini, mungkin karena lelah dan kesal, sehingga tak tahan rasanya untuk bertahan.

Teringat nasihat seorang ustad, Beliau mengatakan bahwa jadikan dakwah ini seperti permainan sepak bola, kita (aktivis dakwah) sebagai pemain. Bagaimana perasaan Anda disaat lagi asyik bermain tiba-tiba pelatih mengganti Anda dengan pemain yang lain? Tentu Anda akan kesal dan mungkin Anda akan marah dengan pelatih Anda.
Begitu juga dengan dakwah, seharusnya kita merasa kesal dan malu ketika Allah mengeluarkan kita dari jalan dakwah. Dan tentu Allah akan menggantikan kita dengan orang yang lebih baik, yang lebih mencintai dakwah tersebut.

”Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya…” (Q.S Al Maidah:54)

Memang, sangat banyak warna dalam perjalanan dakwah ini. Ada yang bertahan dan ada yang berguguran, tak kuat rasanya untuk bertahan. Akan tetapi, beginilah jalan perjuangan, mengajarkan kepada kita tentang ukhuwah, pengorbanan, dan keikhlasan. Betapa tak berartinya sakit dan perihnya jalan dakwah ini jika kita membayangkan reward yang akan kita terima nanti. Tidak ada artinya remuk dan harncurnya hati kita dibandingkan dengan kekalnya kenikmatan akhirat. Akhirnya,

”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (Q.S Al Jumu’ah : 4)

Wallahu a’lam bishawaab

Serambi Madinah, 29 Dzulhijjah 1432 H/25 November 2011 M
Ja’far Abu Naufal

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on December 1, 2011, in Artikel Motivasi, Catatanku. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: