Bersandar Pada Sunnah Rasulullah Ketika Bersandal

Betapa indah dan nikmat hidup dalam naungan Islam. Why not? Setiap aktivitas manusia dalam menjalani kehidupan telah diatur dengan rapi, mulai dari hal yang paling kecil. Apatah lagi hal-hal yang besar. Itulah kemulian Dienul Islam. Yang kesempurnaannya telah diberitakan lewat ayat-Nya yang mulia,

ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (Q.S 5 : 3)

Dan sesungguhnya keindahan dan kenikmatan Islam hanya kita dapatkan ketika kita berislam secara totalitas. Jangan pernah berharap untuk mendapatkan kenikmatan Islam (dunia dan akhirat) ketika keberislaman kita hanya parsial, hanya setengah-setengah atau bahasa kerennya Islam Semau Gue. Orang yang menganut paham semaugueisme hanya mengambil hal-hal yang sesuai dengan akal pikirannya saja, cenderung memudah-mudahkan syariat (Islam) ini dan mencampakan beberapa aturan yang sesuai dengan syariat. Na’udzubillahi min dzalik.

Satu hal yang merupakan adab yang telah dilupakan (diremehkan) oleh banyak kaum muslimin mungkin karena dianggap sebagai sesuatu yang kecil yaitu adab memakai sandal.

Dalam Kitab Al Jami’ yang di tulis oleh Ibnu Hajar al Asqalany pada bab adab dicantumkan beberapa hadist yang menjelaskan masalah ini,

  1. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang diantara kalian memakai sandal, hendaklah memulai dengan kaki kanan, dan jika melepaskannya hendaklah memulai dengan yang kiri. Dan hendaklah yang kanan didahulukan ketika memakai sandal dan diakhirkan ketika melepaskannya” (HR. Buhkari, Muslim, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
  2. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak boleh salah seorang diantara kalian berjalan dengan memakai satu sandal, tetapi hendaklah memakai keduanya atau melepaskan kedua-duanya” (HR. Buhkari, Muslim, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Demikianlah wasiat teladan umat manusia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seputar adab memakai sandal.

Semoga Allah istiqomahkan kita di jalan berpenghujung surga!

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on December 14, 2010, in adab, Artikel Islamy. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: