Memento Mori

Hidup bagaikan bola roda, Itulah kalimat yang terpampang jelas pada salah satu roda (gerobak) sampah di kampus merah maron yang pernah saya baca. Sepintas kalimat di atas adalah kalimat yang biasa, akan tetapi jika kita menelaahnya, akan ditemukan kandungan (makna) yang luar biasa. Kalimat tersebut mengingatkan kepada kita, kehidupan ini akan selalu bergerak dan terus bergerak, ibarat matahari yang akan terus berotasi mengitari bumi sampai pada batas waktu yang telah ditentukan oleh Sang Pemilik Kekuasaan Tertinggi, Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ya. Kehidupan bagaikan bola roda. Jika saat ini kita berada di atas, janganlah merasa angkuh atau sombong, karena di saat yang lain kita akan berada di bawah, ‘diinjak’ oleh orang-orang. Jika hari ini kita bisa tertawaterbahak-bahak, maka saat-saat tertentu isak tangis akan menemui kita dengan deraian air mata bak banjir.

Sebaliknya,

Sebagai seorang Ibu, tidak perlu risau jika saat ini anak-anak tidak mendengar nasihat kita (Ibu). Kita tidak perlu bersedih hati, jika hari ini kita berangkat ke kampus dalam keadaan lapar karena kehabisan stock makanan di asrama atau cost-an kita. Sebagai siswa, jangan bersedih jika hari ini tidak diberikan uang jajan oleh orang tua. Karena “Bola” kehidupan senantiasa berputar.

Akan tetapi,

Saudaraku! ‘Bola’ itu tidak berputar otomatis. ‘Bola’ butuh energi untuk dapat berputar yaitu energi (dalam) jiwa kita yang bernilai positif. Karena itu, jika energi yang kita hasilkan saat ini adalah energi negatif, maka ubahlah menjadi energi positif. Ingat saudaraku! Kitalah yang harus mengubahnya, bukan orang lain, karena

“Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sehingga kaum itu merubah nasib mereka sendiri” (Q.S Ar-Ra’d :11)

Ketika energi positif tersebut telah tersimpan dalam jiwa-jiwa kita, ‘bola’ pun segera kita putar. Satu hal lagi yang perlu kita ingat, yaitu waktu. Ya, waktu. Untuk memutar ‘bola’ tersebut butuh waktu. Entah cepat atau lambat, jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Sahabat yang mulia, Ibnu Mas’ud radiyallahu ta’ala ‘anhu mengingatkan kepada kita,

“Usia semakin berkurang seiring dengan perjalanan waktu malam dan siang, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian akan datang secara tiba-tiba.

Subhanallahu!

Mutiara hikmah dari Ibnu Mas’ud begitu menghentak hati kita. Energi positif yang kita gunakan untuk memutar ‘bola’ membutuhkan waktu dan waktu tersebut akan mengikis usia kita.

Ternyata!

Saudaraku! Kematian senantiasa membuntuti kita, selalu ‘mengejar’ kita, walaupun istana megah dan benteng yang kokoh menjadi pelindung kita. Dan tamu terakhir (kematian) akan bertamu secara tiba-tiba. Saya teringat dengan pepatah latin, Memento Mori (ingatlah akan ajalmu). Dengan mengingat ajal, akan menumbuhkan semangat beribadah untuk menggapai kebahagian dunia dan akhirat kelak.

Saudaraku!

Masihkan kita terlena dengan kehidupan (hedonisme) yang serba menipu?

Masihkah kita mempertontonkan aurat kepada orang yang tidak layak melihatnya?

Masihkah minuman keras menjadi minuman pilihan kita?

Masihkah….

Saudaraku!

Memento Mori

Masjid Kampus UNG | Selasa, 15 Juni 2010 | Pukul 17.15 WITA

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on June 18, 2010, in Renungan. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. LAKUKAN YANG TERBAIK…SEBELUM KITA…………………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: