The Greatest Race In The World

Sebuah perlombaan terbesar di dunia sedang berlangsung dengan diikuti oleh jumlah peserta terbanyak selama acara ini diselenggarakan. Ada lebih dari jutaan peserta yang ingin memenangkan perlombaan paling akbar ini. Ketika pistol telah diletuskan (sebagai tanda perlombaan dimulai), jutaan peserta berduyun-duyun saling dorong-mendorong bergerak maju untuk berusaha memosisikan dirinya paling depan. Seperempat perjalanan, lebih dari 50 persen peserta terinjak-injak oleh peserta lainnya dan tidak berhasil melanjutkan perlombaan. Namun, persaingan tetap sengit karena tidak ada satu pun peserta yang ingin mengalah. Mendekati garis finish, hanya segelintir pahlawan yang masih mampu bertahan dan tidak menunjukan keinginan untuk mengalah. Akhirnya setelah perjuangan panjang yang melelahkan hanya satu peserta yang memasuki garis finish dan begitu riuh penonton menyambutnya. Dan tibalah waktu yang paling mendebarkan, yaitu pemberian hadiah yang paling berharga di dunia dan pemenangnya adalah…….ANDA.

Ya, benar! Perlombaan tadi adalah persaingan lebih dari jutaan sperma yang ingin membuahi sebuah induk telur. Perjuangan yang berat akhirnya dimenangkan oleh Anda. SELAMAT! Namun mengapa setelah memenangkan perlombaan yang sangat besar itu, kebanyakan manusia merasa dirinya tidak layak, bahkan kebanyakan tidak menjadi seorang juara sejati! Ada dari mereka yang mengeluh karena merasa faktor pendidikannya kurang dibandingkan yang lain; ada juga yang menyalahkan takdir yang tidak berpihak padanya; ada yang takut karena usianya terlalu muda ataupun terlalu tua; dan ada yang mengeluh karena kekurangan fisik atau kelemahan kesehatannya. Menganai alasan yang terakhir, bahkan ada yang sangat sehat tidak kekurangan apapun telah melemparkan handuk putih tanda menyerah bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Mulai saat ini, camkanlah dalam diri Anda bahwa Anda adalah manusia pilihan, manusia terbaik, mengapa tidak? Dari jutaan sperma yang ada, Andalah yang dipilih oleh Allah sebagai manusia terbaik. Maka bersyukurlah kepada Allah atas nikmat terbesar ini. Gunakanlah segala kekuatan yang Anda miliki untuk menghasilkan karya gemilang, yang bermanfaat bagi umat. Jalan sukses senantiasa terbuka. SELAMAT SUKSES!

“Sukses bukanlah dinilai ketika seseorang memulai usahanya, tetapi sukses dinilai ketika seseorang menyelesaikan tugasnya”

Taken from : CHAMP!ON karya Darmadi Darmawangsa dengan beberapa tambahan dari penulis

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on May 7, 2010, in Artikel Motivasi. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. saya suka kalimat terakhirnya…motivasi cuy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: