MOHON MAAF PAK!

Saat itu jarum jam menunjukkan pukul 07.30 WITA. Ketika para siswa sedang asyik mengutak-atik persamaan kimia (asam-basa), tiba-tiba datang seorang guru yang memanggil beberapa orang siswa. Satu hal yang membuatku tercengang ketika sang guru tersebut mengatakan “Tidak ada aktivitas belajar saat ini”. Sebelumnya Aku telah diberitahu oleh beberapa orang siswa bahwa pembelajaran akan dimulai nanti pukul 08.00 karena ada upacara, akan tetapi ada siswa yang menginformasikan bahwa info tersebut tidak jelas. Kemudian Aku mengambil keputusan untuk tetap melanjutkan evaluasi (ulangan harian) yang soalnya telah dibagikan kepada para siswa saat itu.
Tindakanku ini mungkin telah menyalahi aturan. Apakah Aku telah melanggar? Jika Aku melanggar, maafkan Aku. Tetapi, Aku kembali berfikir, kalau menunggu sampai jam 08.00 dan siswa dibiarkan pasti mereka akan berbuat keributan di dalam ataupun di dalam kelas. Dan ini terihat jelas, mereka (baca; siswa) ketika tidak ada guru sama halnya dengan anak ayam yang kehilangan induknya, berteriak sambil berjalan kesana-kemari entah kemana arahnya.

Mohon maaf Pak!
Beri Aku kesempatan, just today, just two hours. Ini adalah kesempatan terakhirku bersama mereka. Saat ini adalah evaluasi pertama dan terakhir yang kuberikan sebagai bahan penilaian kepada mereka.

Mohon maaf Pak!
Ini kesempatan terakhirku bersama mereka. Hari ini Aku ingin melihat sejauh mana keberhasilanku dalam mendidik mereka selama ini. Sesungguhnya hari ini Aku ingin melihat, berkualitaskah benih yang kutebar selama ini?

Mohon maaf Pak!
Aku tidak ingin memberikan dan meninggalkan kesan buruk kepada mereka. Aku tidak ingin mereka bermuka masam padaku. Aku juga tidak ingin mereka menceritakan kejelekanku hari ini hanya karena “sesuatu” yang terjadi hari ini. Yang Aku inginkan adalah kesan baik dan wajah berseri-seri dari mereka setelah Aku berpisah dengan mereka.

Mohon maaf Pak!
Hari ini, pada kesempatan ini adalah kesempatan terakhirku menatap indahnya kelas dan bangku mereka. Setelah itu Aku tidak akan melihat lagi buku dan pena bertaburan di atas meja mereka. Aku tidak akan mendengar lagi celoteh dan pertanyaan (nasihat) dari mereka. Aku tidk akan melihat lagi keberanian mereka menjawab tantangan yang kuberikan, sungguh ini adalah sesuatu yang mankjubkan buatku, Pak!

Mohon maaf Pak!
Mereka sangat gembira hari ini, karena hari ini mereka akan berenang dalam larutan asam-basa dengan berbagai macam tingkat keasamaannya (baca; pH). Benar Pak! Buktinya, ketika Bapak memnaggil mereka, tidak seorang pun yang mahu, kecuali dipaksa. Itupun karena dipaksa.

Mohon maaf Pak!
Mereka telah memberiku inspirasi. Dan mereka telah menjadi guru dalam kehidupanku, meskipun mereka tidak mengetahui hal tersebut. Mereka telah mengajariku banyak pelajaran berharga.

Mohon maaf Pak!
Once again! Ini kesempatan terakhirku bersama mereka. Meskipun dari ungkapan dan raut wajah mereka tidak menginginkan kepergianku. Mereka menginginkan agar Aku tetap bersama mereka, mengajar dan mendidik serta memberikan nasihat yang bermanfaat. Aku senantiasa berharap dan senantiasa berharap, semoga mereka mendapatkan guru-guru kehidupan yang lebih baik dariku yang siap menabur benih-benih berkualitas dan bermanfaat bagi mereka.

Mohon maaf Pak!
Izinkan Aku untuk meminta maaf kepada mereka atas segala kesalahan selama mendidik mereka. Dan izinkan pula Aku untuk menyampaikan pesan kepada mereka, “Teruslah berkarya dan jangan pernah menyerah untuk mewujudkan mimpi-mimpi indah yang pernah kau goreskan disehelai kertas. Dan ingatlah selalu kepada Sang Pemilik kekuasaan tertinggi dan yang telah menciptakan Engkau, Allah subhanahu wa ta’la dimana pun Engkau berada. Siapkanlah bekal sebanyak-banyaknya untuk menempuh perjalanan menuju alam keabadian”

Mohon maaf Pak!
Maafkan segala kesalahanku selama berada di rumah peradaban ini.

Terima kasih Pak!
Melalui Bapak, Allah subhanahu wa ta’la memberiku inspirasi dan kekuatan untuk membuat tulisan ini.

CIAO (Good Bye)! Semoga Allah mengupulkan kita di jannah-Nya yang penuh dengan kenikmatan
(Ruang kelas XI IA 4, 08.30 WITA)

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on February 17, 2010, in Catatanku. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Sitti nur afny

    Makash tlah siap mengajarkn kami bnyak hal dlm kelas kimiax.. Smga allah memblas ketlusan bpk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: