Potret Wanita Masa Kini (bagian 1)

Bila alam pegunungan dipotret, yang kita dapatkan adalah panorama nan indah, menawan. Bila gedung-gedung pencakar langit di kota-kota metropolitan kita bidik dengan kamera, orang pun berdecak kagum: megah, menjulang, sekaligus mengkhawatirkan! Dan bila kita memotret masyarakat, maka baik dan buruk adalah ukuran penilaiannya. Masyarakat bisa disebut baik, bila mereka hidup dengan ‘buku petunjuk’ yang berasal dari Ilahi, Sang Pencipta. Dan, masyarakat dikatakan dalam keadaan yang buruk, bila telah keluar dari rel-Nya.

Tapi, tentu saja masyarakat terdiri dari individu-individu, baik dan buruknya suatu masyarakat tergantung dari anggotannya, tak bisa lepas dari aktivitas harian yang digelutinya.

Bila kita memotret keburukan wanita masa kini, bidikan bisa diarahkan pada para ‘wanita karir sesaat’. Lho!, mengapa pakai istilah ‘wanita karir sesaat’ segala? Sebuah karir, adalah sebuah aktivitas yang dijalani terus-menerus, selama ruh masih melekat di badan, dan sejauh fisik memungkinkannya. Karir yang benar adalah yang melibatkan pikiran, energi, kesungguhan dan kontinuitas. Di luar itu, dan bila hanya mengandalkan kecantikan plus kesintalan tubuh si empunya, disebut sebagai karir sesaat. Contoh yang bisa dilihat dari karir sesaat adalah mereka yang bekerja sebagai : Gadis Sampul, Gadis Iklan, Ratu Kecantikan, Pramugari, dan Pelajur dalam berbagai jenisnya.

A. Cover Girl (Gadis Sampul)

Sebagian kaum Adam baik yang muda maupun yang tua suka membeli majalah, tabloid atau koran yang sampulnya dihiasi dengan wajah gadis cantik nan menawan. Profil singkat, yang antara lain, memuat kegemaran dan hobi si gadis sampul pun bisa dibaca sambil minum teh. Mereka yang membeli majalah, tabloid atau koran, bukanlah lagi karena tertarik isinya yang berbobot (secara intelektual). Tapi tertarik karena ada gambar wanita cantik nan menawan itu. Wahai gadis sampul, seandainya kulitmu hitam, wajahmu jelek, usiamu telah lanjut, apakah ada penerbit yang akan memasang potret dirimu? Tidak!. Takkan ada yang mau! Sebab, gambar yang demikian itu tak dapat menarik minat pembeli. Dalam pandangan para penerbit majalah, tabloid atau koran hiburan, engkau adalah barang dagangan yang dapat mendatangkan keutungan besar. Ribuan eksamplar, dengan sampul pajangan dari gambarmu diterbitkan. Dan habis terjual, para pembeli telah menikmati wajahmu dan mungkin juga, kemolekkan tubuhmu dengan penuh gairah . Mungkin sebagai bunga, tertulis cita-citamu; sebagai dokter ahli penyakit dalam. Sepuluh tahun telah berlalu. Kau telah menjadi seorang dokter sesuai dengan cita-citamu. Wajahmu tidaklah secantik dulu, sepuluh tahun yang silam. Tapi, tentu saja, para penerbit tak akan mau memasang gambarmu lagi. Meski kau kini telah menjadi seorang dokter yang cukup handal. Masalahnya pun cukup jelas, yang diinginkan adalah kecantikan dan kelejitan, bukan kepandaianmu. Memang dalam realitanya, majalah, tabloid atau koran hiburan, yang tampil dengan beraninya memasang dan mengumbar aurat wanita menjadi covernya akan laku keras. Apalagi bila yang dipasang itu cantik dan terkenal, pasti akan habis dilahap oleh mata-mata keranjang yang ada di sudut-sudut lorong kemaksiatan. Setidak-tidaknya, kemaksiatan mata. Wahai gadis sampul! Engkau bukanlah benda mati melainkan manusia hidup. Oleh karenanya, engkau punya hak untuk menuntut bagian dari keuntungan yang diperoleh penerbit. Tapi hal itu tidak pernah engkau peroleh. Setelah gambarmu dinimati oleh para pembeli majalah, tabloid atau koran, maka ia segera dilemparkan ke keranjang sampah! Para pembeli akan mencari nomor-nomor yang baru dengan cover para wanita yang baru yang lebih cantik lagi. Bersambung Insya Allah..

(Sumber : Kepada Wanita! oleh Muhammad A. Mu’abbir al-Gahtany, )

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on February 4, 2010, in Artikel Islamy. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: