Natural Phenomenon Yang Terlupakan

Gempa bumi, banjir, angin ribut, tsunami merupakan beberapa contoh dari fenomena alam yang sering kita lihat bahkan merasakannya dalam kehidupan. Fenomena ini tidak terjadi dengan sendirinya atau secara spontan. Peristiwa ini juga tidak terjadi karena kemarahan atau kebosanan alam terhadap tingkah manusia sebagaimana yang digambarkan oleh Ebiet G. Ade dalam lagunya. Akan tetapi, semua ini terjadi atas kekuasaan The Al-Mighty Creator, Allah subhanahu wa ta’ala yang ditimpakan kepada hambaNya (baca:manusia) sebagai cobaan atas perbuatan (kedzaliman) yang telah dilakukannya terhadap Allah, alam ataupun terhadap sesamanya. Hal ini digambarkan oleh Allah dalam firmannya :

“Dan (penduduk) negeri telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.” (Al-Kahfi : 59)

Hal lain yang merupakan bukti kekuasaan Allah, suatu miracle yang saat ini telah dilupakan oleh sebagian besar masyarakat bumi adalah peristiwa pengejaran Nabi Musa ‘alaihi salam dan kaumnya yang beriman oleh Fir’aun dan bala tentaranya. Peristiwa yang menyebabkan datangnya pertolongan Allah kepada Nabi Musa ‘alaihisalam dan kaumnya ini diabadikan oleh Allah dalam al-Qur’an :

“Dan (ingatlah) ketika kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir’aun dan) pengikut-pengikut Fir’aun, sedang kamu menyaksikan” (Al-Baqarah : 50).

Dalam ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan tentang peristiwa ini :

“Lalu Fir’aun dan balatentaranya dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit. Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “kita akan benar-benar tersusul”. Musa menjawab, “sekali-kali tidak akan tersusul”. Sesungguhnya Tuhanku bersamaku. Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Lalu kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu”. Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya. Kemudian kami tenggelamkan golongan yang lain. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda kebesaran Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman”. (Asy-Syu’ara: 60-67)

Sungguh siksaan Allah terhadap orang-orang yang membangkang terhadap perintahNya amatlah pedih, sebagaimana yang terjadi pada Fir’aun dan pengikutnya yaitu Allah menenggelamkan mereka. Sebaliknya, Allah senantiasa akan memberikan pertolongan kepada hambaNya yang patuh terhadap segala perintahNya. Terbelahnya laut hingga menjadi sebuah daratan menyebabkan Nabi Musa dan pengikutnya selamat. Peristiwa ini (terbelahnya laut) tidak berlangsung lama, ketika Fir’aun dan tentaranya mencoba untuk menyeberangi laut tersebut seketika Allah menyatukan kembali lautan yang sempat menjadi daratan tadi sehingga menyebabkan Fir’aun dan tentaranya tenggelam.

Suatu ketika Heraklius (sebutan untuk Raja Romawi) bertanya kepada Mu’awiyyah radiyallahu ‘anhu, “Daratan mana yang paling sedikit terkena cahaya matahari? Namun Mu’awiyyah tidak dapat menjawab pertanyaan ini. Untuk mendapatkan jawaban, Mu’awiyyah mengirim surat kepada Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhu, seorang sahabat yang juga sepupu Rasulullah yang oleh Rasulullah dijuluki sebagai turjumaanul qur’an (orang yang paling paham tentang isi Al Qur’an setelah Beliau). Kemudian Ibnu Abbas membalas surat tersebut dengan sebuah jawaban bahwa daratan yang paling sedikit terkena cahaya matahari adalah daratan yang dilewati Nabi Musa ‘alaihi salam dan pengikutnya untuk menyelamatkan diri dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya. (Fathul Qadir karya Imam As Syaukani).

Pada tahun 2002, peneliti Rusia yaitu Naum Volzinger dan Alexei Androsov mengadakan penelitian menggunakan persamaan diferensial matematika. Mereka membuat Modeling of the Hydrodynamic (pemodelan hidrodinamik) menggunakan simulasi komputer. Naum Volzinger dan Alexei Androsov, mendasarkan pemodelan mereka dengan keterangan-keterangan di Kitab Old Testament (perjanjian lama) dan Taurat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa air laut kembali menutupi daratan/gugusan karang setelah 4.5 jam. (http://miias.wordpress.com). Dari penelitian di atas jelas bahwa daratan yang dilewati oleh Nabi Musa dan pengikutnya kembali menjadi lautan (sekarang dikenal sebagai laut merah, reed sea) seperti semula setelah ± 4.5 jam, merupakan daratan yang sangat sedikit terkena cahaya matahari jika kita bandingkan dengan daratan lain yang ada di muka bumi ini yaitu hanya ± 4.5 jam. Inilah yang penulis sebut sebagai Natural Phenomenon yang terlupakan. Subhanallahu! Semoga peristiwa ini, Miracle of The Reed Sea dapat memberikan ibrah dan menambah keimanan kita kepada Penguasa langit dan bumi. Sebagai seorang muslim, perbanyaklah membaca dan mentadabburi ayat-ayat Al- Qur’an untuk mendapatkan berbagai inspirasi. “Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda kebesaran Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak beriman” ( Asy-Syu’ara: 67) Semoga kita digolongkan oleh Allah sebagai golongan orang-orang yang beriman!

Gorontalo, 21 Dzulhijjah 1430 H (8 Desember 2009)

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on December 12, 2009, in Artikel Islamy. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. nice inpoh gan, ane baru tahu thanksss

  2. @Aditkus : Thank’s atas kunjungannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: