HADIAH UNTUK PRAKTIKAN KIMIA DASAR

Goresan pena ini merupakan sebuah ungkapan keprihatinan dan salah satu bentuk nasihat penulis terhadap fenomena yang terjadi pada mahasiswa peserta praktikum kimia dasar Universitas Negeri Gorontalo. Fenomena yang semestinya tidak terjadi, apalagi pada mereka yang “mendeklarasikan” diri sebagai kaum intelektual, yang telah mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Melihat fenomena ini, sebagai seorang muslim dalam rangka mengamalkan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam penulis berkewajiban untuk memberikan hadiah berupa nasihat kepada sahabat-sahabatku, praktikan kimia dasar.

Menunda waktu sholat dan bahkan tidak melaksanakan perintah yang wajib ini. Itulah fenomena yang penulis maksud, na’udzubillahi mindzalik. Mereka lebih memilih praktikum ketimbang beribadah (sholat) ketika waktu praktikum bertepatan dengan waktu sholat. Gema suara adzan dibiarkan berlalu tanpa penghormatan sedikitpun. Berbagai percobaan kimia membuat mereka terpesona sehingga lalai dari kewajiban utamanya, mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala. Mereka melakukan ini hanya untuk mendapatkan angka “4” yang nantinya akan dicantumkan pada Kartu Hasil Studi (KHS) sebagai bukti yang akan diperlihatkan kepada orang tuanya, untuk mendapatkan predikat pintar, cerdas dari teman-teman sekelasnya. Subhanallahu, apakah hanya untuk mendapatkan nilai “4” lantas kita melupakan kewajiban utama kita sebagai hamba?

Apakah nilai “4” dapat menyelamatkan kita di akhirat kelak nanti? Jawablah dengan jujur?

Saudaraku…! Mungkin Anda telah melihat, mendengar dan mengetahui tujuan kita (manusia) diciptakan yaitu menghamba kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

(Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”(Q.S 51 :5)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya al-Ubudiyah mendefinisikan ibadah sebagai “Segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi oleh Allah berupa ucapan dan perbuatan baik dzhohir (nampak) maupun batin”

Dari sinilah, maka konsekuensi dari perintah Allah hanya untuk beribadah kepadanya saja agar manusia tunduk secara mutlak kepda-Nya dalam segala aspek kehidupan, baik aqidah, ibadah, mu’amalah, maupun lainnya. (Wujub Tahkim Syar’illah oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz).

Saudaraku…! Sesungguhnya dunia ini hanyalah tempat beristrahat sebentar saja, Allah telah menentukan batas kehidupan setiap hamba di dunia. Janganlah Anda terlena dengan hiruk-pikuk, kesenangan dan keindahannya karena semua itu adalah tipu daya yang akan menghantarkan Anda pada sebuah penyesalan abadi.

Saudaraku…! Bersyukurlah kepada Allah atas segala nikmat yang telah dianugerahkan kepada Anda dengan memperbanyak ibadah kepada-Nya sebelum datang pemutus segala kenikmatan yaitu kematian. Bersegeralah menuju pintu taubat, jangan menundanya sebelum pintu tersebut tertutup. Sebelum tamu terakhir mendatangi Anda. Sesungguhnya (kematian) adalah tamu terakhir yang akan mendatangi setiap jiwa dan ini adalah sebuah kepastian.

“Sesungguhnya tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati…” (Q.S 3:185)

 

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah kepada mereka !

 

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on November 1, 2009, in Catatanku. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. asslm,,,,

    k apkh ni tgs untuk praktikum tgl 12-11-09???????????

  2. makasih,,,,,,,,,, k’ law blh blognya di diisi dgn contoh penulisan laporan yang benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: