BENARKAH DO’A MAKAN YANG AKU AMALKAN SELAMA INI?

Allaahumma Baarik Lanaa Fiimaa Razaqtanaa wa Qinna’adzaabannar” (H.R Imam Ibn As Sunni)

 

Itulah teks (do’a) yang diberi tajuk Do’a Sebelum Makan yang terpampang pada dinding beberapa rumah makan disekitar kampusku. Ketika melihat hal ini, penulis langsung terbayang akan ‘ilmu yang pernah didengar terkait dengan hadist yang menjelaskan do’a sebelum makan. Penulis tidak langsung mengatakan bahwa hadist di atas dho’if (lemah), akan tetapi penulis lebih berhati-hati dengan mencari sumber yang jelas, bertanya kepada orang yang lebih berkompeten untuk menjelaskan masalah ini. Mungkin diantara pembaca ada yang mengatakan ini hanyalah masalah sepele, tidak perlu dipersoalkan ! Sesungguhnya ini bukanlah masalah sepele, perkataan Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sangat mulia, kita tidak boleh mengatakan/mengamalkan sesuatu yang datangnya bukan dari Rasulullah kemudian berbohong atas nama Rasululullah. Marilah kita menjaga kemurnian dien ini (baca ; Islam) dengan mempelajari dan mengamalkan hadist-hadist Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam. Kembali ke permasalahan di atas (seputar Do’a Makan), untuk mendapatkan informasi yang jelas tentang persoalan ini, penulis menanyakan langsung kepada mereka yang memiliki capability dalam masalah ini (baca ; ‘ilmu hadist) melalui situs mereka (http://maskazassunnah.wordpress.com). Berikut adalah pertanyaan dan jawabannya :

 

PERTANYAAN :

Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuhu

Ana mau tanya apakah Hadist tentang do’a makan : Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinna’adzaabannar. Apakah shahih hadistnya ? Jazakallahu (Akh.Jafar-Gorontalo)

JAWABAN :

Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuhu

Doa yang antum tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ibn As Sunni dalam kitab beliau ‘Amal Al Yaum wa Al Lailah dengan sanad dan matan berikut :

قال ابن السني حدثني فضل بن سليمان ، ثنا هِشامُ بنُ عمّارٍ ، ثنا مُحمّد بن عِيسى بنِ سُميعٍ ، ثنا مُحمّدِ بنِ أبِي الزُّعيزِعةِ ، عن عَمرِو بنِ شُعيبٍ ، عن أبِيهِ ، عن جده عَبدِ اللهِ بنِ عَمرٍو ، رضي الله عنهما ، عنِ النّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، أنّهُ كان يقُولُ فِي الطّعامِ إِذا قُرِّب إِليهِ : « اللّهُمّ بارِك لنا فِيما رزقتنا ، وقِنا عذاب النّارِ ، بِاسمِ اللهِ »

Berkata Ibn As Sunni, Fadhl bin Sulaiman, Hisyam bin Ammar, Muhammad bin Isa bin Sumai’, Muhammad bin Abi Zu’aiza’ah, Amr bin Syu’aib, Syua’ib, Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash Radhiyallohu ‘anhuma dari Nabi Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam adalah beliau membaca pada saat makanan didekatkan ke beliau, “Allahumma Baarik Lanaa Fiimaa Razaqtanaa wa Qinaa ‘Adzaaban Naar, Bismillah” (“Ya Allah berkahilah apa yang Engkau rezkikan kepada kami dan jauhkanlah dari kami siksa neraka, dengan menyebut nama Allah”)

Dalam rangkaian sanad di atas terdapat perowi yang bernama Muhammad bin Abu Zu’aizi’ah dan dia telah dilemahkan oleh para ulama hadits.

Diantara para ulama yang menerangkan kelemahannya :

  1. Imam Bukhari (wafat 256 H) dalam kitabnya At Tarikh Al Kabir (1/88) mengatakan tentang perowi ini, “Haditsnya sangat mungkar dan tidak berhak ditulis”
  2. Imam Ibn Abi Hatim Ar Rozi (wafat tahun 327 H) dalam kitabnya ‘Ilal Al Hadits beliau berkata, “Aku bertanya kepada ayahku (Imam Abu Hatim-wafat tahun 277 H) tentang hadits ini lalu beliau  menjawab “Hadits ini tidak diperhitungkan; di sanadnya terdapat  Ibnu Abi Zu’aizi’ah dan tidak  boleh menyibukkan diri dengannya karena haditsnya mungkar” (lihat juga Al Jarh wa At Ta’dil 7/261)
  3. Imam Ibnu Hibban Al Busti (wafat 354 H ) dalam kitab beliau Al Majruhin berkata, “Muhammad bin Abi Zu’aizi’ah termasuk orang yang meriwayatkan hadits-hadits mungkar dari perowi-perowi yang terkenal hingga jika riwayat-riwayat tersebut didengarkan oleh para ahli hadits mereka akan tahu bahwa hadits-haditsya terbalik dan tidak boleh berhujjah dengannya”.
  4. Imam Abu Nu’aim Al Ashfahani (wafat 430 H) dalam kitabnya Adh Dhu’afa (1/143) berkata, “Muhammad bin Abi Zu’aizi’ah telah meriwayatkan di wilayah Syam dari Nafi’ dan Ibnu Munkadir hadits-hadits yang mungkar”
  5. Al Hafizh Muhammad bin Thohir Al Maqdisi (wafat 507 H) dalam Dzakhiroh Al Huffaz berkata “Muhammad bin Isa bin Suma’i dan Muhammad bin Abi Zu’aizi’ah adalah dua perowi yang lemah”. Adapun di kitab beliau Ma’rifah At Tadzkiroh dil Ahadits Al Maudhu’ah beliau mengatakan “Ibn Abi Zu’aizi’ah adalah dhoif, haditsnya mungkar, dajjal (pendusta besar) dan tidak berhak dijadikan hujjah”

Kesimpulan :

  • Dari penjelasan beberapa ulama Al Jarh wa At Ta’dil di atas diketahui bahwa sanad hadits ini lemah karena Muhammad bin Abi Az Zu’aizi’ah seorang perowi yang kelemahannya tidak ringan disamping Muhammad bin Isa bin Suma’i yang juga dilemahkan oleh Al Hafizh Ibnu Thohir Al Maqdisi.
  • Setelah kita mengetahui kelemahan hadits ini maka sepatutnya kita mencukupkan untuk mengamalkan doa yang berasal dari hadits yang shohih pada saat akan makan yaitu ucapan “Bismillah”, berdasarkan banyak riwayat yang shohih diantaranya :
  1. Umar bin Abi Salamah menceritakan, Aku dahulu sewaktu kecil di bawah bimbingan Rasulullah shallallohu alaihi wasallam, sewaktu aku makan tanganku bergerak ke seluruh sisi dari piring besar yang kami gunakan, lalu Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam bersabda,

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

Wahai anak kecil, ucapkanlah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah yang dekat darimu” . Umar bin Abi Salamah berkata sejak saat itu begitulah tata cara ketika aku makan (sesuai dengan perintah Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam) (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Aisyah radhiyallohu anha bahwasanya Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang diantara kalian makan maka ucapkanlah nama Allah Ta’ala, jika lupa membacanya pada permulaan makan maka bacalah (saat teringat), ‘Bismillah awwalahu wa aakhirahu’ (Bismillah awal dan akhirnya) [ HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah ]

 

Semoga hal ini dapat memotivasi kita untuk lebih giat lagi beribadah dengan tidak meremehkan hal-hal yang kecil. Semoga bermanfaat !

 

Gorontalo, 01 November 2009

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on November 1, 2009, in Catatanku. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: