Bukan Cinta Kira-Kira

Siapapun orang yang mencintai seseorang pasti akan mengharapkan cintanya berbalas. Tidak bertepuk sebelah tangan saja. Berbagai cara untuk meraih cinta sang kekasih selalu ditempuh. Seribu satu keinginan orang yang dicintai dituruti demi mendapatkan kerelaan dan balasan cintanya. Kalau untuk mendapatkan cinta manusia saja, seseorang rela banting tulang dan menempuh berbagai cara, maka bagaimana dengan mendapatkan cinta Allah? Semestinya seseorang tambah semangat untuk meraihnya. Dan harus melebihi cara yang ditempuh untuk mendapatkan cinta manusia. Karena memang hanya Allah satu-satunya Dzat yang layak diberikan sepenuh cinta ibadah. Yah, tak semua orang bisa memaknai cinta seperti ini dengan benar. Hanya mereka yang beriman saja yang mampu mendewasakan diri dengan cinta yang hakiki, yaitu cinta yang tanpa pesaing sama sekali. “Sedangkan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” (Al Baqarah: 165) Bukan dengan Dugaan Cinta pada Allah tidak bisa diraih dengan perkiraan, dugaan apalagi ramalan. Kita tidak bisa mengatakan bahwa perbuatan tertentu adalah hal yang membawa balasan cinta Allah. “Mungkin Allah mencintai ini. Dugaan saya Allah suka perbuatan itu.” Semua ini tidak benar. Cinta Allah hanya bisa diraih dengan menjalankan perbuatan yang secara pasti dicintai Allah, dan hal tersebut telah diterangkan oleh Allah dan Nabi Muhammad. Lalu perbuatan apa saja yang dicintai oleh Allah? Dan menyebabkan kita dicintai Allah bila kita melakukan perbuatan tersebut? Pertanyaan ini terjawab dengan firman Allah sendiri yang disebutkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits. Rasulullah pernah bersabda, “Allah berfirman, “Barangsiapa memusuhi waliKu maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu perbuatan fardhu yang Aku aku sukai yang perintahkan kepada-Nya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri melakukan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya, dan jika ia mohon perlindungan, pasti akan Aku berikan perlindungan kepadanya.” (Riwayat Al Bukhari) Amalan yang fardhu (wajib) memiliki rangking tertinggi dalam meraih kecintaan Allah I. Inilah amalan yang paling dicintai oleh Allah, dan yang harus didahulukan oleh seorang manusia dibandingkan amalan-amalan yang lain. Dengan demikian, bila kita ingin meraih cinta Allah maka kita harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan semua kewajiban yang dibebankan Allah kepada kita. Contohnya adalah menjalankan shalat fardhu lima waktu, menjalankan puasa Ramadhan, berbuat adil, berbakti kepada kedua orang tua, beramal kebaikan, menyambung kekerabatan, memakai jilbab bagi muslimah dan kewajiban-kewajiban yang lain.

(http://majalah-elfata.com)

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on October 19, 2009, in Catatanku. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: