Mari Berhenti Sejenak !

Mari…!, Berhenti sejenak
Perjalanan hidup ini melelahkan, ya…! sangat melelahkan
Betapa tidak…? disaat idealisme kita di hadapakan pada realita yang beraneka ragam, corak dan warnanya. Kita harus bertahan, karena kita tidak ingin tujuan hidup kita jauh ternodai dengan kepentingan sesaat. Ini bukan soal.. halal atau haram terhadap dunia dengan segala keindahannya, tapi soal menyikapinya Agar tidak tergiur dan terpedaya olehnya,  gambaran ini dapat kita rasakan di saat harus mengatakan Tidak.. di hadapan mereka semua yang berkata ini,  ketika ramai-ramai orang bicara ini dan itu Dengan segala argumentasinya tuntutan idealisme kita membisikan kita untuk diam.
Tatkala orang lain menilai bahkan mengecam kita dengan kebodohan ini dan itu, idealisme kita pun Hanya mengisyaratkan kita untuk.. sekedar senyum tanpa kata-kata.
Di saat orang ber retorika dengan segala.. keahlian bahasa-nya idealisme kita pun hanya meminta kita untuk membaca pikiran di balik pikiran dan ketika orang ramai-ramai memperbincangkan dunia dangan segala kenikmatan-nya idealisme kita pun hanya menghadapkan satu kata qana’ah, itulah idealisme kita di hadapan mereka.
Terkadang.. tanpa terasa idealisme kita tergeser lantaran pikiran kita terbawah arus yang kita tidak menyadari, belum lagi kondisi jiwa kita yang terus bergejolak mempengaruhi pikiran kita, pikiran-pikiran itu selalu datang seiring berganti tanpa kenal henti seiring dengan perjalanan hidup ini, memang ini semua kita pahami sebagai sunnah kehidupan, gelombang dan badai harus dipahami sebagai ladang ujian, problematika hidup.. merupakan hal yang tidak bisa di pisahkan dari hidup, pahit getir menjadi bumbu yang harus dirasakan oleh setiap kita, jatuh bangun adalah tangga yang harus di lalui dalam menggapai sebuah cita-cita, letih.., lelah.. itulah yang sering kita rasakan. Kita sering merasakan kejenuhan, bosan bahkan tidak peduli dengan kondisi namun jangan pernah ada perasaan pesimis, apalagi putus asa, karena di balik semua itu pasti ada sesuatu yang dapat kita jadikan pengalaman yang berarti dan yang kita perlukan adalah berhenti.. sesaat, berhenti bukan berarti selesai atau sampai disini, berhenti untuk merenungi kembali perjalanan telah kita lalui, berhenti untuk memompa kembali semangat beramal, berhenti untuk mencash batrei keimanan kita agar tidak redup.
Kita butuh waktu untuk melihat kondisi jiwa kita agar tetap stabil dan tahan dalam menghadapi segala-nya, kita terkadang lupa bahwa ada yang harus kita tengok dalam diri kita ,ruhiyyah kita. Kondisi ruhiyyah kita yang selalu membutuhkan suasana yang teduh, tenang sehingga ia akan menjadi kekuatan yang akan melindungi jiwa kita dari berbagai rintangan yang akan menghalangi kita, kita memerlukan nuansa ruhiyyah yang nyaman agar dapat berpikir jernih dan tetap semangat menjalani hidup ini.
Kita butuh ketegaran jiwa dalam menghadapi hiruk pikuk kehidupan. Inilah yang senantiasa di ajarkan oleh Mu’adz bin jabal radhiyaallahu anhu kepada sahabatnya dengan ungkapan yang.. menyejukkan hati, mari duduk sesaat untuk beriman, berhenti sejenak untuk menengok kembali kondisi keimanan agar tetap terjaga, karna segala yang kita alami dalam hidup harus dihadapi dan bukan lari darinya.
Ingatlah bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan masalah itu, bisa jadi.. justru akan menambah masalah baru. Memperbaharui keimanan akan membawa kita untuk memahami hakekat hidup ini dengan segala problematikanya.
Mari kita sempatkan.. untuk selalu memperbaharui keimanan kita di tengah kesibukkan dan hiruk pikuk kehidupan.

download audio disini

sumber : http://suarawahdah.com

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on May 12, 2009, in Renungan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: