Jangan Berputus Asa…!!!

Putus asa merupakan salah satu penyakit hati. Putus asa merupakan penyakit hati yang datang ketika seseorang ditimpa ujian dan bencana, merasa bahwa pertolongan Allah tidak segera datang, sehingga merekapun meninggalkan do’a dan usaha. Yang lebih besar dari itu adalah munculnya keyakinan bahwa Allah mengingkari janji-Nya di dunia dan akhirat.

Acapkali kita mendengar sebagian orang yang menyingkir dari jalan yang lurus karena keyakinan mereka, umpamanya bahwa dalam kondisi yang pahit ini, ketika musuh-musuh Allah menguasai kehidupan dan memegang kendali segala urusan politik dan ekonomi, Islam tidak lagi mempunyai peluang untuk meraih kemenangan atau berdiri tegak.

Berikut adalah kisah tentang seseorang yang shalih, baik, dan aktif dalam dakwah kepada Allah, namun kemudian dia tinggalkan semua kegiatannya itu.  Ketika orang-orang yang mencintainya datang menziarahinya dan menanyakan sikapnya sehingga meninggalkan kebaikan yang selama ini dilakukannya. Maka dia menjawab, “Apakah kita dapat berdakwah kepada Allah dengan melalaikan keberadaan Amerika dan intel-intelnya yang berkeliaran dimana-mana ? Adakah sesuatu yang dapat disembunyikan dari pengamatan mereka? Atas dasar inilah kita tidak dapat berbuat apa-apa”. Begitulah yang dia katakan. Rupanya dia lupa dengan Firman Allah subhanahu wata’ala :

“…dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya” (Q.S 12 : 21)

Berikut adalah kisa Nabi Musa ‘alaihissalam dalam mengarungi badai kehidupan atau dakwahnya yang menggambarkan pertolongan Allah subhanahu wata’ala terhadap diri dan dakwah yang dilaksanakan serta penguatan terhadap dakwah ini. Mari renungkan firman Allah subhanahu wata’ala :

“Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir’aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah”. (Q.S 28 :8)

“Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya”. (Q.S 28 :13)

“Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: “Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu”. (Q.S 28 : 20)

Ketika kaumnya berkata dengan keputusasaan, bahwa mereka akan terkejar oleh pasukan Fir’aun ketika melarikan diri, maka dengan penuh percaya diri Musa ‘alaihissalam berkata kepada mereka,

“Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku” (Q.S 26 : 62)

Begitu pula kisah para Nabi, yang menjelaskan pemeliharaan Allah terhadap dakwah-Nya dan pembungkaman-Nya terhadap orang-orang yang zhalim dan semena-mena, hingga dakwah Rabbany ini menjadi kuat. Firman Allah  subhanahu wata’ala

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)” (Q.S 28 : 5)

Berikut adalah kisah yang disebutkan oleh Dr. Nashir Bin Sulaiman Al-Umar. Sebuah kisah yang mencerminkan kemurnian pandangan dan kebersihan tabiat seseorang dari kalangan orang awam. Ketika terjadi pengepungan terhadap sebuah kota, maka orang-orang pun kasak-kusuk membicarakn pesawat terbang yang digunakan pihak musuh. Banyak orang lari ketakutan, karena memang sebelumnya mereka belum pernah melihat pesawat terbang. Lalu muncul seorang Arab Badui dan langsung bertanya kepada orang-orang, “ Apakah pesawat terbang itu ?

Mereka menjawab, “Benda yang tiba-tiba saja muncul di atas kita lalu ia memuntahkan peluru kepada kita”

Dengan fitrahnya yang murni, orang Arab Badui itu bertanya, “ Apakah pesawat itu di atas Allah ataukah Allah diatasnya ?

“Tentu saja Allah diatasnya”. Jawab mereka.

Kemudian orang Badui tadi berkata, “Kalau begitu kalian tidak perlu pedulikan pesawat terbang itu”.

Untuk melengkapi faidah, ada kisah lain yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran dalam hidup kita. Hanya saja tokohnya kali ini adalah seorang penyair yang kurang baik. Ketika salah seorang pemimpin Arab menyampaikan pernyataan, “bahwa 99% permasalahn yang membelenggu Palestina ada di tangan Amerika, yang berarti kita harus tunduk kepada Amerika dan menyerahkan urusan kepadanya”, maka penyair ini berkata, “Anda harus tahu bahwa Amerika itu bukan Allah Yang Mahakuasa. Sementara engkau sendiri tidak dapat menghentikan pesawat untuk terbang”.

Dia benar, meskipun dia seorang pendusta.

Kita harus mewaspadai penyakit hati ini, yaitu putus asa dan hendaklah kita menyadari Firman Allah :

“…Pada hari ini (haji wada’) orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (Q.S 5 :3).

Sebagai penutup dari tulisan ini, marilah kita renungkan Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (Q.S 12 : 3)

Maraji’ : Ujian Hati, Dr. Nashir Bin Sulaiman Al-Umar

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on May 3, 2009, in Catatanku. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: