Bocah Cilik, Penasihat Sang Raja

Pada hari penobatan Umar Bin Abdul Aziz sebagai khalifah, masyarakat dari seluruh penjuru negeri datang berduyun-duyun ke istana, untuk mengucapkan selamat dan menyampaikan aspirasi mereka. Tibalah giliran masyarakat hijaz menghadap sang khalifah. Seorang anak keturunan Bani Hasyim maju kehadapan umar. Anak itu masih sangat muda.

Umar dan Abdul Aziz berkata, “Hendaknya yang berbicara itu orang yang lebih tua darimu.”

Anak Muda: “Semoga Allah memperbaiki Amirul Mukminin. Sebenarnya, kedewasaan seseorang diukur dari dua hal kecil; hati dan lisannya. Jika Allah mengaruniakan lisan yang fasih dan hati yang lembut kepada seseorang hamba, maka dia berhak untuk berbicara. Orang yang mendengar ucapannya, pasti mengetahui keistimewaan tersebut. Wahai Amirul Mukminin, Andaikan kedewasaan diukur dari umur, tentu di masyarakat ada banyak orang yang berhak menduduki jabatanmu ini.

Umar : “ kamu benar. Katakan apa maksud tujuan-mu?”

Anak Muda: “semoga Allah memperbaiki Amirul Mukminin. Kami berkunjung dan mengucapkan selamat, bukan untuk mendatangkan bencana. Sungguh, Kami hadir dihadapan Anda berkat karunia Allah yang dilimpahkan kepada Kami melalui Anda. Kami hanya akan menyampaikan luapan rasa bahagia dan ketakutan.

“Kami bahagia, karena telah berhasil mengunjungi Anda dari negeri Kami yanhg sangat jauh. Adapun perasaan takut telah sirna, karena Kami aman dari kelaliman dengan keadilan Anda.”

Umar: “berilah aku nasehat, Anak Muda!”

Anak Muda: “semoga Allah memperbaiki Amirul Mukminin. Banyak manusia terperdaya oleh kebaikan Allah,panjang angan-angan, dan tertipu oleh pujian orang lain. Akhirnya, kaki mereka tergelincir dan mereka pun terpelosok dalam api neraka.

Jangan Anda terlena oleh karunia Allah yang dilimpahkan kepada Anda, dan tertipu oleh angan-angan yang panjang dan pujian orang, hingga kaki Anda tergelincir, lalu Anda bertemu dengan kaum diatas.

Semoga Allah tidak menjadikan Anda bagian dari mereka. Semoga Allah mempertemukan Anda dengan orang-orang soleh dari umat ini. Anak Muda itu terdiam.

Umar: “ berapa umur Anak Muda ini?

“sebelas tahun,” jawab seseorang yang hadir dimajelis itu. Umar Bin Abdul Aziz berdialog dengan Anak Muda itu. Ternyata dia adalah salah seorang keturunan Husain bin Ali. Umar memujinya dengan kebaikan dan mendoakannya.

Semoga melalui kisah ini kita dapat mengambil ibrah.

About Abu Maryam

menjelajahi lautan 'ilmu sebagai bekal di akhirat kelak

Posted on March 25, 2009, in Catatanku. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. imi surya putera

    Semoga Allah memberkahi keturunan Ali Ibnu Abu Thalib itu. Semoga para Pemimpin negeri ini dapat meneladani Umar bin Abdul Aziz.
    Salam dari tenggara pulau kalimantan, http://www.imisuryaputera.co.cc

  2. Jazakumullahu khairan, kita do’akan saja semoga pemimpin negeri ini dapat meneladani Umar Bin Abdul Aziz Rahimuhullahu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

(new) Iqmal Tahir's Blog

Ternyata tidak cuma kimia saja yang ingin kutulis...

Abu Maryam Notes

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S 58:11)

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: